[FF] my cutest Sehun | ficlet


Title : my cutest Sehun

Author: Gadis bertopi

main cast :

SI → me / Choi Minhwa

Oh Sehun (EXO-K) → Sehun

Genre : Romance , fluff .

Rating : general

Type : ficlet

♥ ♥ ♥

“Kau tahu? Kenapa aku memilihmu?” ia menyenggol lenganku sambil tersenyum nakal. Aku menatapnya aneh. Kata-kata itu, kalau boleh memilih, lebih baik aku tak usah mendengarnya.
“Kau yeoja paling manis. Bahkan dulu kau fansku.” aku tersenyum kecut. Itu dulu. Sekarang semuanya berbeda, aku sudah tahu sifat kekanak-kanakanmu. Aku bukan lagi fansmu.
“Kau membuatku rindu hanya karena menyebut namamu.”
50km/detik. Jantungku berpacu cepat dengan kata-katanya. Entah itu serius atau tidak, yang pasti aku sudah terjebak disana. Demi tuhan, ia membual begitu panjang dan lebar. Aku akan memukulnya kalau sudah kelewatan.
“Sungguh.”
Aku menatapnya, ia tersenyum. Senyum yang begitu manis, dan khusus untukku. Aku diam, mungkin ia serius?
Mungkin juga tidak.
“Ya!! Jangan mulai!” teriakku sambil menjitak kepalanya, ia meringis kesakitan.
Aku menggenggam erat tangannya, ia hanya menatapku heran.
“Kalau kau mulai lagi, aku akan memukulmu lebih keras.” ancamku, ia menaikkan sebelah alisnya. Argh! Kenapa kau tak mengerti? Aku merengut kesal.
“Kau tak mengerti?” tanyaku, ia menggeleng pelan.
Aku menghembuskan nafas berat, “Oke.” desahku,
Aku menatapnya—entah untuk keberapa kali. Dan melihatnya, selalu sukses membuatku terpesona.
Oh tuhan, ia mulai menggunakan ‘bling-bling eyes’nya. Aku mulai menatapnya iba.
“Berhenti bersikap seperti itu, Sehun–ah!”
Ia tidak merubah ekspressinya.
“Oke. Apa yang kau mau?” tanyaku, ia berhenti menatapku, “Molla?” gumamnya, sambil menaikkan sebelah alisnya. Sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. “Aku hanya suka menggodamu.” aku hanya mencubit pelan lengannya.
Kami diam. Aku menatap sepiring cheese cake yang masih utuh. Aku bahkan belum menyentuhnya, ia sudah terlebih dahulu mengambil alih kendaliku saat berdebat dengannya.
“Sehun–ah, saranghae.” bisikku lirih,
“Maaf, ya. Aku tidak mencintaimu.”
Aku hanya mengerucutkan bibirku. “SEHUN!!!!” aku memukul-mukul punggungnya, ia terkekeh pelan. “Bagaimana bisa kau percaya kalau aku tidak mencintaimu?”
Aku diam.
Ia hanya bercanda. Saat pulang nanti, aku akan menendangnya.
“Sehun–ah, aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. Kau seperti seorang Elf.”
“Minhwa–ya, kau benar. Aku suka sekali super junior. Aku harap kami bisa menyusul mereka.” aku menepuk keningku, ia tidak paham lagi. Dan parahnya itu menambah kesan imut dalam dirinya. Ia meringis menunggu jawabanku.
“Bukan E.L.F, tapi Elf. Bukan everlasting friends. Tapi, elf, yang berarti kurcaci nakal.” ia memegangi kepalanya, bersiap terkena jitakanku—lagi.
“Aku tidak akan menjitak kepalamu lagi, elf.”
Ia merengut kesal, “Jangan panggil aku elf!”
Aku mengelus rambutnya. “Sehun–ah, berhenti memprotes.” Ia hanya diam dan  menyeruput lemon teanya pelan. Aku menatapnya, bagaimana bisa tuhan menciptakan namja seimut ini? Aku tersenyum tipis. Ia menyuapkan sesendok strawberry ice cream ke mulutnya.
“Kalau begitu aku akan memanggilmu….hyung!” aku mendelik, “Jangan bodoh! Kau pikir aku lelaki?” bentakku kesal.
Ia tertawa.
“Itu impas, Minhwa–ya.”
“Tidak! Itu berbeda!”
“Itu sama, hyung. It’s fair, and obviously .. sounds good.” ia tersenyum menggoda, aku mulai menatapnya kesal, “Baiklah aku menyerah, aku tak akan memanggilmu elf.” gumamku, ia tersenyum puas.
“Nah, Minhwa–ya¸ sebagai hadiahnya, semangkuk strawberry ice cream ini untukmu.”
“Kau bahkan lebih manis dari ice creammu.” aku terkekeh kecil menggodanya.
“Orang bilang, ini sama saja ‘ciuman tidak langsung’.” ujarnya sambil menyodorkan sesendok ice creamnya ke mulutku. Aku mengerutkan keningku,
“Ayolah.” pintanya,
“Bukankah lebih baik langsung?” tanyaku, ia berhenti memaksaku untuk menghabiskan ice creamnya.
“Nah. Itu lebih baik,” serunya,
Aku mencium pipinya dan mengeratkan pelukanku di lengannya, “Sebenarnya, aku lebih pantas menjadi kakakmu ya?”
Ia diam.
“Kau childish sekali. Imut.” lanjutku,
“Ya!! Berhenti menyebutku imut!” protesnya, “Wae?”
“itu sama sekali tidak lucu.”
“Apa peduliku?”
“Minhwa. Diam atau aku akan menghukummu!”
Aku tertawa, “Kau? Bukankah aku yang biasa menjitak kepalamu. Lihat! Sampai benjol seperti itu.” aku mengelus kepalanya.
“Minhwa–ya. . . hukumanmu, akan segera kau dapatkan!”
Aku diam merasakan tangannya yang memelukku erat. Hangat.
“Sehun–ah…” bisikku pelan ditelinganya, ia hanya diam menunggu,
“Sering-seringlah menghukumku.” Aku tersenyum, ia mengangguk dari balik punggungku.
Hukumanmu saja manis. Ya tuhan …lalu seperti apa hadiahmu?

-end-

♥ ♥ ♥

Tada! Hasil kerja keras *kerja maksa* selama satu jam, lahirlah [?] FF gaje ini.

Say no to plagiator or silent readers!

4 thoughts on “[FF] my cutest Sehun | ficlet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s